Showing posts with label Agamaku. Show all posts
Showing posts with label Agamaku. Show all posts

0 Hukum Berperang Antara Negara Muslim

Saturday, March 23, 2013

Bismillahirrahmanirrahim…………….. 
Semoga Allah SWT, menurunkan hikmah ke dalam hati kita, dan semua aktivis dakwah, dan menyelamatkan kita semuanya dari hasutan halus yang bersumber dari syaitan laknatullah. 
Tidak diragukan lagi, bahwa semua ulama bersepakat atas haramnya berperang sesama muslim, apapun alasannya. Baik itu karena alasan bela Negara, bela suku/ras, bela tanah air, atau apapun. Hal ini telah disampaikan oleh Nabi SAW :

إِذَا تَوَاجَهَ الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفِيْهِمَا فَكِلاَهُمَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ قِيلَ فَهَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ إِنَّهُ أَرَادَ قَتْلَ صَاحِبِهِ
"Jika dua orang muslim berselisih berhadapan dengan menghunus pedang, maka keduanya adalah ahli neraka (baik yang membunuh, ataupun yang dibunuh). Seseorang bertanya, jika seseorang yang membunuh itu masuk neraka, maka hal itu telah jelas. Akan tetapi, mengapa yang dibunuh juga masuk neraka ? Rasulullah SAW bersabda,"Karena yang terbunuh tersebut juga telah berniat membunuh saudaranya."
Keshahihan hadits ini tidak perlu dipertanyakan kembali, karena ia diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, An-Nasa'I, Imam Ahmad, Al-Baihaqi, al-Thahawi, Al-Bazzar, dan Abd bin Humaid, semoga Allah merahmati mereka semuanya, dan memberikan balasan terbaik atas perjuangan mereka dalam menjaga sunnah Rasulullah SAW.
Selain hadits di atas, masih sangat banyak hadits-hadits yang lain yang intinya sama, yaiut eh salah, maksud ana yaitu melarang dan mengharamkan perang ataupun menumpahkan darah sesama muslim.




0 Ilmu Angkat Martabat Manusia Sebagai Khalifah


ISLAM menjadikan ilmu pengetahuan penggerak utama mencapai maksud merubah kehidupan ke arah lebih baik. Ilmu diangkat ke tahap paling tinggi kerana tanpa ilmu pengetahuan, segala kegiatan akan menemui kegagalan dan tidak sampai kepada matlamat sebenar, iaitu mencari keredaan Allah.

Menurut Islam, ilmu pengetahuan adalah ukur tara yang jelas bagi membezakan antara seseorang dengan yang lain. Ini dijelaskan melalui firman Allah bermaksud:
Katakanlah, adakah sama orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui. (Surah Az-Zumar, ayat 9)

Selain itu, ilmu pengetahuan juga alat bagi mencapai tahap keimanan sempurna dan pengukur ketakwaan seseorang kepada penciptanya. Ilmu dan iman tidak dapat dipisahkan. Kedua-duanya saling berhubungan dan saling mempengaruhi.

Seseorang Muslim dinilai dari segi ilmu, iman serta amalannya bagi mengukur sejauh mana ketakwaannya kepada Allah. Ia bukan dinilai dari segi keturunan, kedudukan, bangsa, kekayaan, rupa dan warna kulit.

Allah meletakkan orang beriman dan berilmu ke tahap paling tinggi, seperti ditegaskan Allah dalam firmannya bermaksud:
Allah akan meninggikan orang yang beriman antara kamu dan orang yang diberikan ilmu pengetahuan beberapa darjat. (Surah Al-Mujadalah, ayat 11)

Ilmu dapat meninggikan dan membezakan taraf di kalangan manusia. Firman Allah bermaksud:
Katakanlah adakah sama orang berilmu dengan orang yang tidak berilmu? Sesungguhnya mereka yang mendapat peringatan dan petunjuk hanyalah di kalangan hambanya yang berilmu dan bijaksana. (Surah al-Zumar, ayat 9)

Daripada Ka
ab bin Malik, katanya: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda bermaksud: Sesiapa yang menuntut ilmu (agama) untuk menyaingi ulama, atau berbahas dengan orang jahil, atau supaya dengan ilmu itu wajah orang ramai tertumpu kepadanya, maka Allah masukkan dia ke dalam neraka. (Hadis riwayat al-Tirmizi dan Ibn Majah)

Ilmu agama atau ilmu yang ada dalam al-Quran dan sunnah akan menjadi benteng mencegah seseorang daripada melakukan perkara dilarang syariat, dapat menolak kejahilan dan kebodohan sama ada dalam perkara agama atau mengejar kebendaan duniawi.

Pelbagai jenis ilmu keduniaan seperti kejuruteraan, kedoktoran, pertanian dan sebagainya dapat membantu kesejahteraan hidup manusia di dunia. Penekanan terhadap kepentingan dan keperluan menuntut ilmu membuktikan Islam memartabatkan ilmu pengetahuan dan orang yang berilmu.

Baginda Rasulullah SAW bersabda bermaksud:
Menuntut ilmu itu adalah wajib ke atas tiap-tiap orang Islam lelaki dan perempuan. (Hadis riwayat Ibn 'Adiyy, Al-Bayhaqi dan Al-Tabarani)

Kedudukan serta martabat orang berilmu diangkat dan diletakkan di tempat yang tinggi. Ilmu dapat mengangkat darjat seseorang kepada darjat yang tinggi di sisi Allah dan masyarakat.

Firman Allah bermaksud:
Allah mengangkat beberapa darjat orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu pengetahuan. (Surah al-Mujadalah, ayat 11)

Ilmu pengetahuan akan membawa manusia ke arah kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, memberi kekuatan ketika dalam kesusahan dan berhadapan dengan musuh. Dengan ilmu, manusia dapat menjalankan ibadah secara sempurna serta melaksanakan peranan sebagai khalifah Allah di muka bumi dengan sebaiknya.

Di Malaysia, sumber ilmu melalui penghasilan buku sangat sedikit. Hasil kajian profil membaca Malaysia oleh Perpustakaan Negara Malaysia (PNM) pada 1996 mendapati hanya 10,310 judul buku dalam pelbagai bidang didaftarkan setahun, berbanding 180,000 judul di China, 116,000 judul di United Kingdom, 60,000 judul di Amerika Syarikat dan 45,000 judul di India.

Daripada 10,310 judul buku berdaftar setahun yang dihasilkan perangkaan PNM itu, hanya 1,273 atau 32 peratus saja buku ilmiah dikategorikan boleh meningkatkan minda, inovasi dan keilmuan kepada pembaca. Yang lain adalah bahan bacaan santai di samping buku teks akademik dan kanak-kanak.

Rasulullah SAW mengajarkan sahabat untuk selalu berlindung daripada sifat malas. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:
Siapa merintis jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga. (Hadis riwayat Muslim)

Sebenarnya, ilmu yang ada pada kita amat sedikit. Alangkah sayangnya jika ilmu yang sedikit dikurniakan Allah gagal untuk dimanfaatkan bagi tujuan agama dan ummah. Allah berfirman bermaksud:
Katakanlah wahai Muhammad, kalaulah semua jenis lautan menjadi tinta untuk menulis kalimah Tuhanku, sudah tentu akan habis kering lautan itu sebelum habis kalimah Tuhanku, walaupun kami tambahi lagi dengan lautan yang sebanding dengannya sebagai bantuan. (Surah Al-Kahfi, ayat 109)

Justeru, kajian yang dibuat adalah bertujuan untuk mencari ilmu, bukan untuk bersaing dengan ilmuwan yang ada, bukan berbahas demi memperoleh kemenangan dan bukan untuk menjadi masyhur. Ia ditulis hanyalah untuk mencari keredaan Allah semata-mata.

Satu peringatan keras daripada Rasulullah SAW, dilaporkan daripada Abu Hurairah, sabda Baginda SAW bermaksud:
Sesiapa yang mempelajari sesuatu ilmu yang dengannya dicari reda Allah, tetapi dia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan habuan dunia, maka dia tidak akan mendapat bau syurga pada hari kiamat. (Hadis riwayat Abu Daud dan Ibn Majah)

Niat menuntut ilmu juga penting kerana jika tujuan mendalami sesuatu bidang tidak bagi mencapai keredaan Allah, maka rugi di dunia apatah lagi di akhirat.

Saidina Ali bin Abi Thalib pernah berkata:
Ilmu diiringi dengan perbuatan. Barang siapa berilmu maka dia harus berbuat. Ilmu memanggil perbuatan. Jika dia menjawabnya, maka ilmu tetap bersamanya, namun jika tidak maka ilmu pergi darinya.

Seharusnya ketika ini kita sudah bersedia untuk memecahkan gumpalan pemikiran lama yang menjadikan tesis dan bahan kajian sekadar menjadi simbol kebanggaan yang langsung tidak dimanfaatkan.

Alangkah baiknya jika semua analisis dan kajian dibuat dapat diterjemahkan untuk tujuan pelaksanaan demi kepentingan dan pembangunan ummah. Tidak bolehkah kajian itu diwakafkan demi kepentingan tamadun ummah.

Memecahkan gumpalan pemikiran yang sudah berabad itu memang tidak mudah. Tetapi itulah agenda besar yang harus dilaksanakan jika ingin mengembalikan dinamik Islam ke arah berdaya saing.

Sudah lama kita dilihat lemah dan tidak berkeupayaan untuk membuktikan Islam adalah pelopor serta menjadi paksi kemajuan dunia. Ingatlah, buku adalah gudangnya ilmu dan membaca itu adalah kuncinya.

Diriwayatkan, Rasulullah SAW ada memberitahu kepada Abu Dzar:
Wahai Abu Dzar, kamu pergi mengajarkan ayat dari Kitabullah lebih baik bagimu dari solat seratus rakaat. Dan, pergi mengajarkan satu bab ilmu pengetahuan, dilaksanakan atau tidak, itu lebih baik dari solat seribu rakaat.
( Hadis riwayat Ibnu Majah) 

0 Death in Islam

Monday, March 12, 2012


Imam Malik Ibn Anas saw the Death Angel in his sleep, and the Imam asked him: " How much left for me to live?". The Angel pointed to his five fingers. Then the Imam asked him: " Does that mean 5 years, or 5 months, or 5 days ?". Before the Imam had a chance to get an answer back, he woke up.
The Imam went to someone who would interpret dreams. That man told him: " Imam Malik, when the Angel pointed to his five fingers he didn't mean 5 years or months or days, but the Angel meant that your question ' how much left for me to live' is among 5 matters that only Allah (SWT) knows about, and he recited the following verse from the Qur,an:



"" Verily, with ALLAH alone is the knowledge of the Hour. And HE sends down the rain, and HE knows what is in the wombs. And no soul knows what it will earn tomorrow, and no soul knows in what land it will die. Surely, ALLAH is All-Knowing, All-Aware. "" 31:34

When Caliph Haroon Al-Rashid got very ill, illness that caused his death, he told his staff to go a head and dig his grave so he can see it before he dies. After the grave was prepared, he asked to be carried to the grave . Upon arrival, the Caliph Haroon looked down into the grave and then looked up toward the sky and said: " O' whom (Allah) his rule never ends, have mercy on whom (Haroon) his rule has ended.
One day the Prophet (pbuh) visited the Cemetery along with some of his followers, and he said to them: " I long for my beloved ones?". His followers said: " Aren't we your beloved ones O' messenger of Allah ". The Prophet (pbuh) said: " you are my companions ". Then they say: " who are your beloved ones?". The Prophet said: " People come after you believed in me without seeing me ". they asked: " How would you know them on Judgment day even though you haven't seen them O' messenger of Allah?". The Prophet said: " My followers are gathered ' Ghurr'an Muhajjalin ' ".
(( Gurr'an means light on the forehead, and Muhajjalin means light on the feet, and what brings about this light is the Ablution 'Wudu' ))
One day the Prophet (pbuh) went to a boy's funeral and he found his mother weeping and he asked: " why are you crying ". The mother said: " O' messenger of Allah, is my son in Heaven or Hell?". The prophet replied:" O' slave of Allah, He (Allah) knows his status better than I do ".



The Prophet said: " The Believer's Soul turns into a Bird in Paradise ". (( The above Hadith means, that upon the Believers death, his Soul becomes a bird in Paradise until the Resurrection day, when Allah (SWT) returns all souls to its original bodies ))

0 Belief in Life after Death

Everyone is scared of dying and rightly so. The uncertainty of what lies beyond is frightening. It may be that of all religions, Islam, provides the most graphic details of what comes after death and lies beyond. Islam views death to be a natural threshold to the next stage of existence.
Islamic doctrine holds that human existence continues after the death of the human body in the form of spiritual and physical resurrection. There is a direct relation between conduct on earth and the life beyond. The afterlife will be one of rewards and punishments which is commensurate with earthily conduct. A Day will come when God will resurrect and gather the first and the last of His creation and judge everyone justly. People will enter their final abode, Hell or Paradise. Faith in life after death urges us to do right and to stay away from sin. In this life we sometimes see the pious suffer and the impious enjoy. All shall be judged one day and justice will be served.

Faith in life after death is one of the six fundamental beliefs required of a Muslim to complete his faith. Rejecting it renders all other beliefs meaningless. Think of a child who does not put his hand in fire. He does not do so because he is sure it will burn. When it comes to doing school work, the same child may feel lazy because he does not quite understand what a sound education will do for his future. Now, think of a man who does not believe in the Day of Judgment. Would he consider belief in God and a life driven by his belief in God to be of any consequence? To him, neither obedience to God is of use, nor is disobedience of any harm. How, then, can he live a God-conscious life? What incentive would he have to suffer the trials of life with patience and avoid overindulgence in worldly pleasures? And if a man does not follow the way of God, then what use is his belief in God, if he has any? The acceptance or rejection of life after death is perhaps the greatest factor in determining the course of an individual’s life.

The dead have a continued and conscious existence of a kind in the grave. Muslims believe that, upon dieing, a person enters an intermediate phase of life between death and resurrection. Many events take place in this new “world”, such as the “trial” of the grave, where everyone will be questioned by angels about their religion, prophet, and Lord. The grave is a garden of paradise or a pit of hell; angels of mercy visit the souls of believers and angels of punishment come for the unbelievers.

Resurrection will be preceded by the end of the world. God will command a magnificent angel to blow the Horn. At its first blowing, all the inhabitants of the heavens and the earth will fall unconscious, except those spared by God. The earth will be flattened, the mountains turned into dust, the sky will crack, planets will be dispersed, and the graves overturned.

People will be resurrected into their original physical bodies from their graves, thereby entering the third and final phase of life. The Horn will blow again upon which people will rise up from their graves, resurrected!

God will gather all humans, believers and the impious, jinns, demons, even wild animals. It will be a universal gathering. The angels will drive all human beings naked, uncircumcised, and bare-footed to the Great Plain of Gathering. People will stand in wait for judgment and humanity will sweat in agony. The righteous will be sheltered under the shade of God’s Magnificent Throne.

When the condition becomes unbearable, people will request the prophets and the messengers to intercede with God on their behalf to save them from distress.

The balances will be set and the deeds of men will be weighed. Disclosure of the Records of the deeds performed in this life will follow. The one who will receive his record in his right hand will have an easy reckoning. He will happily return to his family. However, the person who will receive his record in his left hand would wish he were dead as he will be thrown into the Fire. He will be full of regrets and will wish that he were not handed his Record or he had not known it.

Then God will judge His creation. They will be reminded and informed of their good deeds and sins. The faithful will acknowledge their failings and be forgiven. The disbelievers will have no good deeds to declare because an unbeliever is rewarded for them in this life. Some scholars are of the opinion that the punishment of an unbeliever may be reduced in lieu of his good deeds, except the punishment of the great sin of disbelief.

The Siraat is a bridge that will be established over Hell extending to Paradise. Anyone who is steadfast on God’s religion in this life will find it easy to pass it.

Paradise and Hell will be the final dwelling places for the faithful and the damned after the Last Judgment. They are real and eternal. The bliss of the people of Paradise shall never end and the punishment of unbelievers condemned to Hell shall never cease. Unlike a pass-fail system in some other belief-systems, the Islamic view is more sophisticated and conveys a higher level of divine justice. This can be seen in two ways. First, some believers may suffer in Hell for unrepented, cardinal sins. Second, both Paradise and Hell have levels.

Paradise is the eternal garden of physical pleasures and spiritual delights. Suffering will be absent and bodily desires will be satisfied. All wishes will be met. Palaces, servants, riches, streams of wine, milk and honey, pleasant fragrances, soothing voices, pure partners for intimacy; a person will never get bored or have enough!

The greatest bliss, though, will be the vision of their Lord of which the unbelievers will be deprived.

Hell is an infernal place of punishment for unbelievers and purification for sinful believers. Torture and punishment: for the body and the soul: burning by fire, boiling water to drink, scalding food to eat, chains, and choking columns of fire. Unbelievers will be eternally damned to it, whereas sinful believers will eventually be taken out of Hell and enter Paradise.

Paradise is for those who worshipped God alone, believed and followed their prophet, and lived moral lives according to the teachings of scripture.

Hell will be the final dwelling place of those who denied God, worshipped other beings besides God, rejected the call of the prophets, and lead sinful, unrepentant lives.
Thursday, March 8, 2012

Selain menjadi bacaan terbaik di hari Jumaat, surah al-kahfi jika diamalkan akan memberikan banyak manfaat kepada pengamalnya untuk melihat perancangan Dajjal yang berlaku di sekeliling kita.
Rasulullah saw bersabda:“Maukah aku tunjukkan padamu suatu surah yang diikuti oleh seribu malaikat ketika diturunkan, dan keagungannya memenuhi antara langit dan bumi?” Sahabat menjawab: Mau. Rasulullah saw bersabda: “Surat Ashhabul Kahfi. Barangsiapa yang membacanya pada hari Jum’at, Allah akan mengampuni dosanya sampai Jum’at berikutnya dan ditambah tiga hari, diberi cahaya yang mencapai ke langit, dan akan terjaga dari fitnah Dajjal.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 3: 243)
Drpd Abi Darda' Radiyallahu 'Anhu Berkata Nabi saw
"Barangsiapa yang menghafaz 1-10 ayat dr surah Al-Kahfi dipelihara dan di selamatkanya dari Fitnah Dajjal ". (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim, An-Nasaie)
Disunnahkan membaca surah Al-Kahfi pada siang hari atau malam harinya (Jumaat) sebagaimana pendapat Imam Syafi'i (Lihat Al-Adzkar oleh Imam Nawawi). Seorang muslim yang menghafal sepuluh atau tiga ayat pertama dari surah Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal, atau siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dan sepuluh ayat dari surah Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal. 
Dalilnya adalah hadits dari Abu Darda radliallahu `anhu dari Nabi berkata:
"Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al- Kahfi terjaga dari fitnah Dajjal." (HR. Muslim, Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bacaan Lanjut:
http://capiloton.blogspot.com/2008/04/doa-pelindung-dari-fitnah-dajjal.html

0 Amalan Sebelum Tidur Rasulullah

Thursday, October 13, 2011
Pada suatu hari Rasulullah SAW masuk ke rumah putrinya Sayyidah Fathimah. Ketika itu, Fathimah sudah siap-siap berbaring untuk tidur. Rasulullah SAW lalu berkata, “Wahai Fathimah putriku, lâ tanâmi. Janganlah engkau tidur sebelum engkau lakukan empat hal; mengkhatam Al-Quran, memperoleh syafaat dari para nabi, membuat hati kaum Mukminin dan mukminat senang dan rida kepadamu, serta melakukan haji dan umrah.”

Fathimah bertanya, “Bagaimana mungkin aku melakukan itu semua sebelum tidur?” Rasulullah saw menjawab, “Sebelum tidur, bacalah oleh kamu Qul huwallâhu ahad tiga kali. Itu sama nilainya dengan mengkhatam Al-Quran.”


Yang dimaksud dengan Qul huwallâhu ahad adalah seluruh surat Al-Ikhlas, bukan ayat pertamanya saja. Dalam banyak hadis, sering kali suatu surat disebut dengan ayat pertamanya. Misalnya surat Al-Insyirah yang sering disebut dengan surat Alam nasyrah.


Rasulullah saw melanjutkan ucapannya, “Kemudian supaya engkau mendapat syafaat dariku dan para nabi sebelumku, bacalah shalawat: “Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ shalayta ‘alâ Ibrâhim wa ‘alâ âli Ibrâhim. Allâhumma bârik ‘alâ Muhammad wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ Ibrâhim wa ‘alâ âli Ibrâhim fil ‘âlamina innaka hamîdun majîd.


“Kemudian supaya kamu memperoleh rasa ridha dari kaum mukminin dan mukminat, supaya kamu disenangi oleh mereka, dan supaya kamu juga ridha kepada mereka, bacalah istighfar bagi dirimu, orang tuamu, dan seluruh kaum mukminin dan mukminat.”


Tidak disebutkan dalam hadis itu istighfar seperti apa yang harus dibaca. Yang jelas, dalam istighfar itu kita mohonkan ampunan bagi orang-orang lain selain diri kita sendiri. Untuk apa kita memohon ampunan bagi orang lain? Agar kita tidur dengan membawa hati yang bersih, tidak membawa kebencian atau kejengkelan kepada sesama kaum muslimin. Kita mohonkan ampunan kepada Allah untuk semua orang yang pernah berbuat salah terhadap kita. Hal itu tentu saja tidak mudah. Sulit bagi kita untuk memaafkan orang yang pernah menyakiti hati kita. Bila kita tidur dengan menyimpan dendam, tanpa memaafkan orang lain, kita akan tidur dengan membawa penyakit hati. Bahkan mungkin kita tak akan bisa tidur. Sekalipun kita tidur, tidur kita akan memberikan mimpi buruk bagi kita. Penyakit hati itu akan tumbuh dan berkembang ketika kita tidur. Dari penyakit hati itulah lahir penyakit-penyakit jiwa dan penyakit-penyakit fisik. Orang yang stress harus membiasakan diri memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang membuatnya stress sebelum ia beranjak tidur.


Dalam hadis itu tidak dicontohkan istighfar macam apa yang harus kita baca. Tapi ada satu istighfar yang telah dicontohkan oleh orang tua-orang tua kita di kampung. Biasanya setelah salat maghrib, mereka membaca: “Astaghfirullâhal azhîm lî wa lî wâlidayya wa lî ashâbil huqûqi wajibâti ‘alayya wal masyâikhina wal ikhwâninâ wa li jamî’il muslimîna wal muslimât wal mukminîna wal mukminât, al ahyâiminhum wal amwât. Ya Allah, aku mohonkan ampunan pada-Mu bagi diriku dan kedua orang tuaku, bagi semua keluarga yang menjadi kewajiban bagiku untuk mengurus mereka. Ampuni juga guru-guru kami, saudara-saudara kami, muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.”


Apabila kita amalkan istighfar itu sebelum tidur, paling tidak kita telah meminta ampun untuk orang tua kita. Istighfar kita, insya Allah, akan membuat orang tua kita di alam Barzah senang kepada kita. Istighfar itu pun akan menghibur mereka dalam perjalanan mereka di alam Barzah. Manfaat paling besar dari membaca istighfar adalah mententeramkan tidur kita.


Nasihat terakhir dari Rasulullah saw kepada Fathimah adalah, “Sebelum tidur, hendaknya kamu lakukan haji dan umrah.” Bagaimana caranya? Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang membaca subhânallâh wal hamdulillâh wa lâ ilâha ilallâh huwallâhu akbar, ia dinilai sama dengan orang yang melakukan haji dan umrah.”


Menurut Rasulullah saw, barangsiapa yang membaca wirid itu lalu tertidur pulas, kemudian dia bangun kembali, Allah menghitung waktu tidurnya sebagai waktu berzikir sehingga orang itu dianggap sebagai orang yang berzikir terus menerus. Tidurnya bukanlah tidur ghaflah (cuek), tidur kelalaian, tapi tidur dalam keadaan berzikir.


Sebetulnya, bila sebelum tidur kita membaca zikir, tubuh kita akan tertidur tapi ruh kita akan terus berzikir. Sekiranya orang itu terbangun di tengah tidurnya, niscaya dari mulut orang itu akan keluar zikir asma Allah. ■ Wallahualam bissawab

2 NUZUL QURAN

Wednesday, August 17, 2011
17 ramadhan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Peristiwa apekah yang di mksudkan? Tak lain tak bkn sudah tentu Nuzul Quran atau dgn nama lain Al-Kitab, Al-Furqan dan mcm² lg nama di beri. Apakah cerita disebalik Nuzul Al Quran? Mesti ramai yang dah tahu dan kemungkinan ramai yang tidak tahu disebalik peristiwa Nuzul Al Quran.Meh kita baca.|^^|

Umumnya :

Ia dirakamkan dalam al-Quran, melalui firman Allah yang bermaksud: “Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekelian manusia, dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan menjelaskan perbezaan antara yang benar dan yang salah.” (Surah al-Baqarah, ayat 185)  

Sejarahnya :

Peristiwa Nuzul Al-Quran merupakan peristiwa turunnya ayat Al Quran Nabi Muhammad s.a.w. yang pertama kepada hingga seterusnya berperingkat-peringkat menjadi lengkap sebagaimana kitab al-Quran yang ada pada hari ini. Peristiwa Nuzul Al-Quran berlaku pada malam Jumaat, 17 Ramadan, tahun ke-41 daripada keputeraan Nabi Muhammad s.a.w. etika baginda sedang beribadat di Gua Hira, bersamaan dengan tanggal 6 Ogos 610M. Bila disebut bahawa Al-Quran adalah mukjizat terbesar Nabi SAW maka ianya memberi makna terlalu besar kepada umat Islam terutamanya yang serius memikirkan rahsia al-Quran.

Al-Quran merupakan mukjizat yang paling besar yang dikurniakan kepada Nabi s.a.w. Kita hendaklah beriman dan mempercayai isi kandungan al-Quran. Beriman dengan al-Quran merupakan salah satu dalam Rukun Iman. 

Ayat al-Quran yang mula-mula diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad s.a.w. melalui perantaraan Malaikat Jibril ialah lima ayat pertama daripada Surah Al-Alaq.


Sebenarnya banyak kisah yang tidak dapat disangkal dengan akal fikiran kita dengan kemukjizatan Al Quran. Sebenarnya kitab Al Quran telah dijadikan satu kitab sebelum diberikan kepada Rasulullah melalui perantaraan Malaikat Jibril. Al Quran diwahyukan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Dalam setiap tahun Rasulullah akan ketemu Malaikat Jibril dan membacakan bacaan Al Quran dihadapan Malaikat JIbril.


Untuk pengetahuan semua, pada awalnya Allah S.W.T menempatkan keseluruhan Al-Quran di Luh Mahfuz, iaitu satu tempat yang amat mulia dan suci. Ketika ini, Tuhan sejak awal lagi menunjukkan kemutlakan kebijaksanaanNya dengan menentukan segala apa yang tercatat disitu akan benar-benar berlaku. Keyakinan akan kemuliaan Al-Quran di Luh Mahfuz dinyatakan begitu jelas sekali dalam FirmanNya yang bermaksud :

Bahkan ia adalah Al Qur’an yang tertinggi kemuliaannya,(lagi terpelihara dengan sebaik-baiknya) di Luh Mahfuz
.Surah Al-Buruj, 21-22

Langkah kedua ialah, ia diturunkan secara sekaligus dari Luh Mahfuz ke Baitul Izzah yang terletak di langit dunia pada malam yang penuh dengan kemuliaan, iaitu Malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Hal ini tercatat dalam firmanNya iaitu :


Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk dan pembeza
.Surah Al-Baqarah, 185

Sesungguhnya, kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah itu Lailatul Qadar. Ia lebih baik dari 1000 bulan.
Surah Al-Qadar, 1- 3

Ia kemudiannya diturunkan beransur-ansur kepada Rasulullah melalui perantaraan Malaikat Jibril. Peristiwa itu bermula dengan menjelmanya Malaikat Jibril dihadapan Rasulullah di Gua Hira’, tepatnya ketika Baginda berusia 40 tahun.


Ibnu Abbas menyatakan: Al-Quran itu diturunkan pada malam Lailatul Qadar dalam bulan Ramadan ke langit dunia secara sekaligus, kemudian diturunkan secara beransur-ansur dalam masa 23 tahun. 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.  

Definisi Nuzul Quran 
Nuzul bererti turun atau berpindah, iaitu berpindah dari tempat sebelah atas ke tempat di sebelah bawah.Al-Quran pula bermaksud bacaan atau himpunan. Ia dikatakan sebagai bacaan kerana al-Quran itu untuk dibaca oleh manusia. Ia juga dikatakan himpunan kerana dalam al-Quran itu terhimpun ayat-ayat yang menjelaskan pelbagai perkara yang meliputi soal tauhid, ibadat, jinayat, muamalat, munakahat dan sebagainya.


Kehebatan al-Quran:  

  1. Allah berfirman yang bermaksud: “Katakanlah wahai Muhammad, sesungguhnya jika sekalian manusia dan jin berhimpun dengan tujuan hendak membuat dan mendatangkan sebanding dengan al-Quran ini, mereka tidak akan dapat membuat dan mendatangkan sebanding dengannya walaupun mereka bantu-membantu sesama sendiri.” (Surah al-Israa’, ayat 88) 
  2. Orang yang membaca, menghafaz dan melihat sambil memikirkan keajaiban yang ada pada susunannya diberikan pahala. 
  3. Al-Quran sumber hidayah bagi kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat. 
  4. Tidak sesiapa pun sama ada di kalangan manusia atau jin yang mampu mencipta ayat yang menyerupai al-Quran. Firman Allah yang bermaksud: “dan jika kamu merasa ragu-ragu dengan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, bawalah satu surah yang seumpamanya, ajaklah saksi-saksi (penolong-penolong) kamu, selain Allah, sekiranya kamu (di kalangan) orang yang benar.” (al-Baqarah, ayat 23). 
  5. Al-Quran merupakan mukjizat tertinggi dan teristimewa yang hanya dikurniakan kepada Nabi s.a.w. 
  6. Manusia belum mampu menyelami dan menerokai rahsia al-Quran secara menyeluruh sehingga hari ini. Ini bererti sifat kehebatan, kesaktian, keagungan dan keunggulan al-Quran secara tersendiri dengan pengertiannya yang amat luas dan mendalam kekal terpelihara hingga kiamat. 
  7. Al-Quran sebagai petunjuk jalan kebenaran. Membawa manusia daripada kegelapan kepada cahaya yang terang. Allah berfirman yang bermaksud: “Inilah Kitab yang tiada keraguan padanya, menjadi petunjuk kepada orang yang bertakwa.” (al-Baqarah, ayat 2)
  8. Membaca al-Quran mendapat ganjaran pahala dan syafaat daripada Allah. Rasulullah s.a.w bersabda dengan maksud: "Bacalah al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat kepada pembacanya.”  
Tuntutan al-Quran:  
  1. Sesungguhnya al-Quran mempunyai tiga hak yang wajib ke atas umat Islam untuk menunaikannya. 
  2. Hak untuk membaca dan bertilawah kepadanya. 
  3. Hak untuk bertakbir atau memahami makna dan menjiwai kehidupan. 
  4. Hak untuk beramal dengan seluruh isi kandungannya.  
Peringatan:  

  1. Al-Quran untuk dibaca bukan dijadikan perhiasan. 
  2. Al-Quran tidak menjadi syifa’ (ubat) bagi orang yang ingkar dan zalim. 
  3. Al-Quran menjadi petunjuk kepada orang-orang yang bertakwa. 
  4. Hati yang keras boleh dilembutkan dengan hidayah al-Quran dengan keizinan Allah. 
  5. Pesan Nabi s.a.w: Aku tinggalkan dua perkara yang jika kamu berpegang kepada kedua-duannya, nescaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, iaitu Kitab Allah (Al-Quran) dan Sunnahku (al-Hadis). 
wallahualam... 
 
 
-Halwa Telinga Sambil Membaca-

0 KEINDAHAN RAMADHAN

Tuesday, August 9, 2011
  -السلام عليكم ورحمة الله وبركاته-

 Dengan Nama Allah Yg Maha Pemurah Lg Maha Mengasihani selamat pagi salam sejahtera wt sahabat² kwn² semua masih ada lg ke yg belum tido ni jam sudah 3.14 am mata sy masih bulat lg tatau la dok nmpk gaya mo smpi sahur cmni huh mata oh mata awat la jd lagu ni

Pagi ni ade info sikit nk kongsi maybe ramai da tahu kn tp takpe la kira info ni bg mrk yg belum tahu la ye soal kelebihan bln ramadhan tambahan dr entry yg lepas kebetulan dpt dr risalah masjid Wilayah mlm td harap dpt menambah pengetahuan kita smua ta byk sikit pn jd la kn

Memandangkan kita da masuk hari ke-9 berpuasa bulan ramadhan thn ni, suka bagi saya untuk berkongsi dengan anda semua 8 kelebihan bulan ramadhan ini. Rasa nye blum trlambat kot..^^

1.Dibelenggu para syaitan dan jin.
Menurut Imam As-Syafie hanya jin dan syaitan yang bengis sahaja dibelenggu, manakala yang lain masih bebas lalu kerana itu masih terdapat yang membuat maksiat di bulan ini.
 
“Apabila tiba awal malam dalam bulan Ramadhan, diikat semua syaitan dan jin-jin yang derhaka,….(Riwayat at-Tirmizi dan Ibn Majah)
Menurut Imam Abu Hanifah pula, semua jin dan syaitan dibelenggu. Namun masih ada orang melakukan kejahatan kerana syaitan telah menggunakan 11 bulan untuk menerapkan nilai-nilai buruk dalam diri kita. Kebiasaan buruk ini mampu mendorong seseorang kearah kejahatan walau di ketika Syaitan di belenggu.Jadi dalam 1 bulan inilah kita harus ambil peluang utuk menyucikan segalanya.
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda; “Apabila masuk bulan Ramadhan terbukalah pintu-pintu syurga dan terkuncilah segala pintu neraka manakala sekelian syaitan dirantai dan dibuka segala pintu rahmat.”(Bukhari & Muslim)
2. Amalan sunat diberi pahala fardhu dan fardhu diganda 70 kali.
“Menunaikan yang sunat diberi balasan pahala fardu dan amal fardu diberi balasan 70 kali ganda. Sebagai contoh solat Jumaat, sekiranya ada 5 kali Jumaat pada bulan itu, maka 5 x 70 = 350 Jumaat di luar Ramadhan, bersamaan 7 tahun solat jumaat. Pahala solat Jumaat sama dengan pahala haji bagi orang miskin yang tidak mampu mengerjakan haji. Solat Jumaat pada minggu akhir Ramadhan adalah solat Jumaat yang istimewa. Qadha solat fardhu juga diberi 70 kali ganda pahala. Sedekah RM1 dalam bulan Ramadhan adalah sama dengan RM70 di luar Ramadhan.
“Daripada Salman r.a. ia berkata: Telah berkhutbah Rasulullah S.A.W. pada hari terakhir bulan Syaaban dan sabdanya:- Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepada kamu satu bulan yang agung lagi penuh keberkatan (bulan Ramadhan) iaitu bulan yang ada padanya satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, bulan yang Allah jadikan berpuasa padanya suatu kewajipan dan berqiamullail (beribadat pada malam-malamnya) sebagai amalan sunat. Sesiapa yang mendekatkan dirinya kepada Allah pada bulan itu dengan melakukan amalan kebajikan (amalan sunat) maka ia mendapat pahala seperti melaksanakan perintah yang wajib dan sesiapa yang melakukan suatu amalan yang wajib pada bulan Ramadhan maka ia mendapat pahala seperti orang yang melakukan tujuh puluh (70) amalan fardhu.”.
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad s.a.w., sabdanya: “Apabila bermula malam yang pertama dari bulan Ramadhan .. menyerulah malaikat, katanya: “Wahai orang-orang yang mahukan kebaikan! Tampillah mengerjakannya dan wahai orang-orang yang hendak melakukan kejahatan! Berhentilah dari meneruskannya; (ketahuilah), Allah Taala banyak membebaskan orang-orang yang dijanjikan dengan neraka – daripada memasukinya”. Seruan dan keampunan yang demikian, diberikan pada tiap-tiap malam (dalam bulan Ramadhan).” (Riwayat Tirmizi dan Nasa’i)

3. Pintu neraka ditutup.
Pada bulan Ramadhan, kepanasannya tidak sampai ke alam barzakh (alam perantaran). Seksaan dihentikan pada bulan ini. Sesiapa yang mati dibulan Ramadhan tidak diseksa dan disoal oleh Malaikat Mungkar dan Nakir. Ada yang berpendapat ia ditangguh sehingga lepas Ramadhan.


4. Dibuka semua pintu syurga.
Dari Abu Hurairah r.a., bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila datang bulan Ramadhan, terbukalah pintu-pintu syurga”.(Hadith Sahih – Riwayat Bukhari). Banyak rahmat diturunkan pada bulan ini. Orang mukmin ditambah rezekinya seperti makanan yang sedap-sedap semuanya ada di bulan ini. Orang-orang miskin juga dapat menikmatinya pada bulan ini.


5. Allah perhiaskan syurga.
Allah percantikkan syurga yang sememangnya cantik. Bagaimana? Tidak terfikir oleh akal manusia. Bidadari berpantun minta disegerakan bertemu bakal suaminya di syurga.
Bahawa syurga berlenggang-lenggang ia dan berhias dari setahun ke setahun kerana masuknya bulan Ramadhan . Pada awal bulan Ramadhan bertiup angina di bawah Arasy dan bergeraklah daun kayu dengan longlai di bawah syurga, terdengarlah desiran daun kayu, hembusan bayu syurga yang teramat indahnya, seni rentak lagunya menawan seluruh perasaan nurani. Maka berhiaslah bidadari sekaliannya hingga berdirilah di atas puncak mercu syurga itu, lantas bersuaralah bidadari : Adakah orang yang hendak meminang kami kepada Allah ? Lalu bidadari lain pula bertanya : Apakah nama malam ini ? Jawab Malik Ridhwan , hai bidadari yang cantik manis, inilah malam Ramadhan .
6. Dilepaskan tahanan neraka
Dalam bulan Ramadahan (di akhirat juga masih ada bulan Ramadhan) Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda (yang ertinya): “Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya.”


7.Ramadhan ialah tetamu yang mendatangkan keampunan Allah
Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw bersabda yang bermaksud: Telah datang kepadamu Ramadan, penghulu segala bulan. Maka selamat datanglah kepadanya, telah datang kepadanya bulan puasa yang membawa segala rupa keberkatan, maka alangkah mulianya tetamu yang datang itu.” Layanlah tetamu mengikut apa yang dia suka, misalnya jika dia suka makan ikan, hidangkanlah masakan ikan. Sepertimana orang yang melayan tetamu dengan baik, seluruh ahli rumah itu akan diberi keampunan setelah tetamu itu pulang, begitu juga Ramadhan, jika kita mengikut kehendak dan disiplin yang ditetapkan pada bulan itu, maka kita juga akan mendapat keampunan.
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad s.a.w. sabdanya: “Sesiapa yang mengerjakan puasa bulan Ramadhan dengan keadaan beriman dan mengharapkan rahmat Allah Taala, nescaya diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu“. (Hadith Sahih – Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan beramal dengannya dan perbuatan liar yang lazimnya dilakukan oleh orang-orang jahil, maka tiada bagi Allah sesuatu hajat tentang ia meninggalkan makanannya dan minumannya”.(Hadith Sahih – Riwayat Bukhari dan Abu Daud)“
8. Tawaran Pengampunan dosa lepas dan akan datang (2 tahun)
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Muhammad s.a.w. sabdanya: “Sesiapa yang mengerjakan puasa bulan Ramadhan dengan keadaan beriman dan mengharapkan rahmat Allah Taala, nescaya diampunkan baginya dosa-dosanya yang telah lalu“. (Hadith Sahih – Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a berkata: “Adalah Rasulullah SAW menggalakkan qiyamullail (solat malam) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan secara wajib, baginda bersabda: “Sesiapa yang solat malam di bulan Ramadhan kerana beriman dan mengharapkan pahala daripada Allah, maka diampuni baginya dosa yang telah lalu.”


Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa Ar-Rasul SAW telah bersabda: Sesiapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan diampunkan dosanya yang telah lalu dan dosanya yang akan datang, sesiapa yang menghidupkan qiyamullail dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan diampunkan dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

Semoga dengan pengisian ini dapat melonjak diri kita selangkah menghampiri pencipta kita dan semoga dgn berkat kesungguhan dan keikhlasan ibadat dan amalan kita di bulan ramadhan kali dpt membantu kita utk meneruskan perjuangan kehidupan di dunia yg smentara ini..Amin ya rabbal alamin..


0 RAMADHAN DATANG LAGI!

Tuesday, August 2, 2011
Segala  puji  bagi  Allah,  selawat  dan  salam  kepada  Rasulullah  S.A.W, dan  aku  bersaksi  bahawa  tiada  Tuhan  yang  berhak  disembah  dengan sebenarnya  kecuali  Allah,  Yang  Maha  Esa  dan  tiada  sekutu  bagiNya, dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan utusanNya

Sesungguhnya Allah yang Maha Pencipta semua makhluk Yang Maha Tinggi telah melebihkan sebagian   makhluk atas yang lainnya, dan memuliakan golongan tertentu yang dikehendakinya. Dia telah menciptakan manusia dan memuliakan para nabi dari golongan manusia, Dia telah menciptakan berbagai tempat dan  memuliakan mesjid sebagai tempat yang terpilih, dan menciptakan bulan-bulan dan memuliakan 
Ramadhan dari bulan-bulan tersebut

Bulan  Ramadhan  merupakan  bulan  yang  mempunyai  banyak  kelebihan. Kedatangannya selepas dua bulan yang juga tidak kurang keistimewaannya iaitu Rejab dan Sya'ban. Bagi tujuan menyuburkan rasa tanggungjawab dan rasa ingin menambahkan ibadat kepada Allah sepanjang  Ramadhan  ini,  di  sini  dibawa  beberapa  hadis  yang  menceritakan  mengenai kelebihannya. 
Abu Hurairah menyatakan : Telah bersabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : Apabila 
telah  tibanya  Ramadhan, dibuka  pintu-pintu  syurga  dan  ditutup  segala  pintu  neraka dan diikat  segala  syaitan.
  -Hadis riwayat  imam  Bukhari, Muslim, Nasai'e, Ahmad  dan Baihaqi.
Daripada Abu Hurairah telah berkata: Rasullah S.A.W telah bersabda yang bermaksud : 
Sembahyang yang difardhukan kepada sembahyang yang sebelumnya merupakan penebus apa antara keduanya,  dan Jumaat kepada  Jumaat yang sebelumnya  merupakan penebus apa antara keduanya, dan bulan kepada bulan(iaitu Ramadhan) merupakan kaffarah apa antara keduanya melainkan tiga golongan : Syirik kepada Allah, meninggalkan sunnah dan  perjanjian  (dilanggar)
Telah  berkata  Abu  Hurairah  :  Maka  aku  tahu  perkara  itu  akan berlaku, maka aku bertanya: Wahai Rasulullah! adapun syirik dengan Allah telah kami tahu, maka  apakah  perjanjian  dan  meninggalkan  sunnah?  Baginda  S.A.W  bersabda  :  Adapun perjanjian maka engkau membuat perjanjian dengan seorang lain dengan sumpah kemudian engkau  melanggarinya  maka  engkau  membunuhnya  dengan  pedang  engkau,  manakala meninggal sunnah maka keluar daripada jamaah(Islam). -Hadis riwayat Ahmad, Al-Hakim, dan Baihaqi

Pada bulan ramadhan di siang harinya kita berpuasa memelihara zahir dan batin dr segala yg boley membatalkan puasa. Manakala di malam harinya kita tunduk menyembah Tuhan Yang Esa dgn melakukan ibadah sunat Terawih dan bertadarus Al-Quran. Kita lakukan ibadat terawih tp tidak mengambil tahu fadilat dan kelebihannya.Solat tarawih memiliki keutamaan dan keistimewaan yang sgt hebat di setiap malamnya.
Janganlh kita melakukn nya hanya krn mnjadi kebiasaan atau budaya semata².

Di riwayatkan oleh Saiyidina Ali (r.a.) daripada Rasulullah S.A.W., sebagai jawapan dari pertanyaan sahabat² Nabi S.A.W. tentang fadhilat (kelebihan) sembahyang sunat tarawih pada bulan Ramadan:

Malam 1:
Keluar dosa-dosa orang mukmin pada malam pertama sepertimana ia baru dilahirkan, mendapat keampunan dari Allah.
Malam 2:
Diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang sembahyang tarawih serta kedua ibubapanya (sekiranya mereka orang beriman).
Malam 3:
Berseru Malaikat di bawah ‘Arasy’ supaya kami meneruskan sembahyang tarawih terus-menerus semoga Allah mengampunkan dosa engkau.
Malam 4:
Memperolehi pahala ia sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.
Malam 5:
Allah kurniakan baginya pahala seumpama orang sembahyang di Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.
Malam 6:
Allah kurniakan pahala kepadanya pahala Malaikat-malaikat yang tawaf di Baitul Ma’mur (70 ribu malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah mengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan sembahyang tarawih pada malam ini.
Malam 7:
Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi ‘Alaihissalam menentang musuh ketatnya Fi’raun dan Hamman.
Malam 8:
Allah mengurniakan pahala orang sembahyang tarawih sepertimana yang telah dikurniakan kepada Nabi Allah Ibrahim ‘Alaihissalam.
Malam 9:
Allah kurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hambanya seperti Nabi Muhamad S.A.W.
Malam 10:
Allah Subhanahuwata’ala mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan akhirat.
Malam 11:
Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baharu dilahirkan.
Malam 12:
Datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadatnya).
Malam 13:
Datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.
Malam 14:
Datang Malaikat menyaksikan ia bersembahyang tarawih, serta Allah tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.
Malam 15:
Semua Malaikat yang menanggung ‘Arasy, Kursi, berselawat dan mendoakan supaya Allah mengampunkan.
Malam 16:
Allahsubhanahuwata’ala tuliskan baginya terlepas daripada neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.
Malam 17:
Allah kurniakan orang yang bertarawih pahalanya pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.
Malam 18:
Seru Malaikat: Hai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha kepada engkau dan ibubapa engkau (yang masih hidup atau mati).
Malam 19:
Allah Subhanahuwataala tinggikan darjatnya di dalam Syurga Firdaus.
Malam 20:
Allah kurniakan kepadanya pahala sekalian orang yang mati syahid dan orang-orang solihin.
Malam 21:
Allah binakan sebuah istana dalam Syurga daripada nur.
Malam 22:
Datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru-hara di Padang Mahsyar).
Malam 23:
Allah subhanahuwataala binakan kepadanya sebuah bandar di dalam Syurga daripada nur.
Malam 24:
Allah buka peluang 24 doa yang mustajab bagi orang bertarawih malam ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud).
Malam 25:
Allah Taala angkatkan daripadanya siksa kubur.
Malam 26:
Allah kurniakan kepada orang bertarawih pahala pada malam ini seumpama 40 tahun ibadat.
Malam 27:
Allah kurniakan orang bertarawih pada malam ini ketangkasan melintas atas titian Sirotolmustaqim seperti kilat menyambar.
Malam 28:
Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 darjat di akhirat.
Malam 29:
Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 kali haji yang mabrur.
Malam 30:
Allah Subhanahuwataala beri penghormatan kepada orang bertarawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman: “Hai hambaKu: Makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini hendak makan di dalam syurga, dan mandilah engkau daripada air syurga yang bernama Salsabila, serta minumlah air daripada telaga yang dikurniakan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang bernama ‘Al-Kauthar”.”

*Kelebihan yg tertinggi di dlm bulan ini sudah tentu Malam Lailatul Qadar Malam 100 bulan. Pada malam Lailatul Qadar menyuruh Allah Ta'ala akan Jibrail Alaihisalam turun ke bumi, lalu turunlah Jibrail ke dalam perhimpunan malaikat ke bumi bersamanya bendera hijau lalu dipacakkan ke atas Kaabah, baginya 600 sayapnya, setengahnya tiada dibuka keduanya, melainkan pada malam Lailatul Qadar baharulah dibukakan keduanya, hingga sampai dari timur ke barat ( Musyriq Ke Maghrib ). Untuk menyelamatkan umat Muhammad, Lalu memberi salam kepada tiap orang yang berjaga pada malam Lailatul Qadar beribadah kerana mencari keredaan Allah, dan orang-orang yang duduk beribadah, orang yang sembahyang dan berzikir dan berjabat tangan sesama mereka mukmin dan mengucap amin doa orang-orang mukmin hingga terbit fajar subuh.......berkata para malaikat kepada Jibrail , apakah Allah berikan pada hajat orang mukmin dari umat Muhammad (s.a.w)  pada bulan Ramadan ini? Berkata Jibrail bahawasanya Allah menilik kepada  umat Muhammad yang berpuasa dan beribadah padanya dan dimaafkan mereka, diampunkan dosa-dosa mereka, melainkan empat orang yang tiada diampunkan dosanya: iaitu orang yang kekal minum arak, orang yang derhakakan ibu-bapanya, orang yang memutuskan sillaturrahim dan orang yang tidak bercakap dengan saudaranya lebih dari 3 hari.

Walaubagaimanapun dalam kita menunaikan ibadah puasa dan terawih di malam harinya lakukan lah dengan penuh keikhlasan hati. Janganlah jadikanya suatu paksaan atau ikot² an shj. Sekian akhir kata yg baik itu dtgnya dr Allah S.W.T yg buruk itu dtgnya dr sy. Wallahualam..



0 Maha Kuasa ALLAH S.W.T

Thursday, July 21, 2011
Allah telah menunjukkan kepada kita semua terlalu banyak bukti tentang kewujudannya termasuklah nama² Allah pada bermacam makhluk. Kebanyakan bukti tersebut hanya dapat dilihat dengan menggunakan akal yang dianugerahkan terhadap ciptaanNya yang terbaik iaitu manusia.

Dari alam mikro hinggalah ke alam makro, daripada sekecil-sekecil makhluk  iaitu  ATOM, hingga sebesar-besar makhluk seperti matahari dan bintang-bintang lain yang lebih besar seperti  Sirius, Pollux, Arturus, Rigel, Aldebaran, Betelgeuse, Antares  dan sebagainya, semuanya membuktikan kewujudan Allah dan bertasbih memujiNya.

“Segala yang ada di langit dan di bumi tetap mengucap tasbih kepada Allah; dan Dia lah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” Surah Al Hadid : Ayat 1

Konsep ATOM, di mana Elektron mengelilingi Neukleus (Proton dan Neutron) adalah sama dengan konsep planet-planet mengelilingi matahari dalam sistem suria (Solar System) kita, begitu juga dengan sistem suria kita pula beredar mengelilingi Galaksi Bima Sakti (Milky Way Galaxy) dan begitulah seterusnya. Sungguh amat luas alam semesta ini, tiada siapa yang dapat menjangkaunya melainkan Allah S.w.t.

Bagaimana semua itu dapat beredar di dalam paksi dengan elok sekali, tanpa lari dari garisan orbitnya dan melencong ke arah lain?  Sudah tentu lah ada yang mengawalnya.

Konsep ATOM, planet-planet dan sistem suria tadi sama lah konsepnya dengan umat Islam tawaf di Kaabah di Kota Mekah Al Mukarramah. Umat Islam tawaf mengelilingi Kaabah sambil memuji-muji Allah , maka begitu juga lah Atom, planet-planet dan sistem suria tadi, semuanya beredar di atas paksi (tawaf) sambil memuji-muji Allah.  Dan ketahuilah, tiada tempat di dunia ini yang selama 24 jam sehari dipenuhi orang tawaf tanpa henti bergilir-gilir begitu, SubhanAllah.  Begitu juga jika dilihat pada suatu AZAN yang dilaungkan apabila masuk waktu solat, ianya sentiasa berkesinambungan tanpa henti dari satu tempat ke satu tempat di seluruh dunia ini mengikut waktu-waktunya.  Dengan kata lain, AZAN itu diibaratkan bunyi membesarkan Allah yang tawaf mengelilingi Bumi tanpa henti, masyaAllah.


Maka sekaligus sains sendiri telah membuktikan kebenaran ayat-ayat dalam AlQuran tersebut. Sesungguhnya segala makhluk di dunia ini bertasbih memuji Allah, hanya kita sahaja yang tidak tahu bahasa mereka. Dan yang lagi sedihnya, hanya MANUSIA sahaja yang ramai tidak suka malah langsung tidak memuji Allah, terutamanya orang-orang yang tidak beriman.

“Langit yang tujuh dan bumi serta sekalian makhluk yang ada padanya, sentiasa mengucap tasbih bagi Allah; dan tiada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya; akan tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka. Sesungguhnya Ia adalah Maha Penyabar, lagi Maha Pengampun.” Surah Al Israa’ : Ayat 44

kaabah
Kaabah letaknya bersetentangan / selari dengan masjid para malaikat di langit iaitu Baitul Ma’mur dan bersetentangan dengan Arasy Allah di langit ke tujuh.  Maka umat Islam bukan mengelilingi Kaabah kerana menyembah Kaabah , tetapi penyatuan segala HATI menuju ALLAH. Mengadap ke arah Kaabah hanya lah mengadap kiblat, yang mana kiblat itu secara terus menuju kepada Allah S.w.t.
Walaubagaimana pun manusia sendiri tidak sedar betapa tubuh mereka sendiri sebenarnya BERTASBIH memuji Allah. Kerana apa?  Kerana setiap makhluk termasuk manusia terdiri dari susunan ATOM. Gabungan dari ATOM-ATOM lah yang membentuk pelbagai makhluk termasuk kita manusia. 

Bermakna ATOM-ATOM pada tubuh kita sentiasa bergetaran , tetapi pada ukuran yang sangat halus yang kita tidak nampak dengan mata kasar.

Elektron sentiasa mengelilingi Nukleus di dalam ATOM, dan dengan ini lah disabitkan bahawa mereka itu tawaf sambil memuji-muji Allah S.w.t.

 

Begitu juga dengan kicauan dan siulan burung, ombak menghempas pantai, bunyi deruman air terjun, suara-suara serangga dan sebagainya, tidakkah semua itu menenangkan jiwa jika mendengarnya?  Itulah kerana mereka semua itu sedang berzikir (zikrullah), bertasbih memuji Allah, kerana itu jika kita mendengarnya maka jiwa kita pun turut merasa ketenangannya insyaAllah.

“(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan zikrullah (ingat Allah)”. Ketahuilah dengan “zikrullah” itu, tenang tenteramlah hati manusia.” Surah Ar Ra’d : Ayat 28

“Segala yang ada di langit dan di bumi tetap mengucap tasbih kepada Allah; dan Dia lah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” Surah Al Hasyr : Ayat 1

“Segala yang ada di langit dan yang ada di bumi sentiasa mengucap tasbih kepada Allah Yang Menguasai (sekalian alam), Yang Maha Suci, Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.” Surah Al Jumu’ah : Ayat 1

“Tidakkah engkau mengetahui bahawasanya Allah (Yang Maha Esa dan Maha Kuasa), sentiasa bertasbih kepadaNya sekalian makhluk yang ada di langit dan di bumi serta burung-burung yang terbang berbaris di angkasa? Masing-masing sedia mengetahui (menurut keadaan semulajadinya) akan cara mengerjakan ibadatnya kepada Allah dan memujiNya; dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang mereka lakukan.” Surah An Nuur : Ayat 41

Sehinggakan guruh dan petir juga adalah memuji Allah;
“Dan Dia lah juga yang guruh dan malaikat bertasbih memujiNya, kerana takut kepadaNya. Dan Dia lah juga yang menghantarkan petir, lalu Ia mengenakan dengan panahannya kepada sesiapa yang dikehendakinya Dan mereka yang ingkar itu membantah (serta mendustakan Rasul) mengenai perkara yang berhubung dengan Allah (dan kuat kuasaNya) Padahal Ia Amat keras azab seksanya.” Surah Ar Ra’d : Ayat 13

Dan banyak lagi ayat AlQuran yang menyebut tentang segala makhluk bertasbih memuji Allah. Maka adakah kamu masih tidak mahu bertasbih memuji Allah dan masih memuji makhluk-makhluk lain?  Bukti telah jelas diberikan sama ada secara rohani mahupun saintifik, adakah kamu masih ragu-ragu?

“Sesungguhnya yang sebenar-benar beriman kepada ayat-ayat keterangan Kami hanyalah orang-orang yang apabila diberi peringatan dan pengajaran dengan ayat-ayat itu, mereka segera merebahkan diri sambil sujud (menandakan taat patuh), dan menggerakkan lidah dengan bertasbih serta memuji Tuhan mereka, dan mereka pula tidak bersikap sombong takbur.” Surah As Sajdah : Ayat 15

Semoga kita kembali mentauhidkan Allah dengan sebenar-benarnya. Cintai Allah, cintai Rasul, cintai kedua orang tua, sayangi manusia dan segala makhluk.wallahualam.. :)